Keputihan pada Wanita Masa Subur

Keputihan pada Wanita Masa Subur sebenarnya sudah lama muncul pada wanita. Sayangnya masih banyak yang menganggap hal ini biasa dan tidak berbahaya, padahal jika berlanjut, keputihan juga bisa menjadi gejala kanker leher rahim, kehamilan diluar kandungan, sampai kemandulan. Perlu anda ketahui, cairan keputihan muncul umumnya dari vagina. Dalam keadaan normal, keputihan bisa bersifat fisiologis, tetapi juga bisa patologis ketika muncul akibat penyakit tertentu. Keputihan adalah masalah yang paling umum ditemukan pada wanita, tidak perduli berapapun usia anda. Jika anda sedang memasuki masa subur, keputihan yang anda alami tergolong fisiologis. Bisa berlangsung sebelum dan sesudah menstruasi. Keputihan ini dipandang normal, karena tampilan lendirnya tidak berbau dan tidak menimbulkan gatal, meski munculnya agak berlebihan.

Beberapa Jenis Keputihan Selain Keputihan pada Wanita Masa Subur

Berbeda dengan Keputihan pada Wanita Masa Subur, keputihan patologis cenderung timbul karena adanya infeksi, keganasan dari bakteri yang menyerang, sampai munculnya benda asing pada organ kewanitaan yaitu vagina. Ciri-cirinya tentu saja berbeda dari keputihan fisiologis. Dari warnanya saja, cairan dari keputihan akibat penyakit ini biasanya sepekat kepala susu, hijau, kekuningan, bahkan mengandung darah. Jika jenis keputihan ini yang terjadi pada anda, anda pasti merasakan gatal pada vagina anda, dan mencium bau tidak sedap dari lendir yang keluar. Banyak wanita merasa tidak nyaman dan sangat terganggu dengan kondisi ini. Ini semua karena vagina wanita bukanlah tempat yang steril, sehingga sangat mudah terserang kuman. Ketika floranormal vagina terganggu, keasaman pH vagina yang seharusnya 3,5-5,5 juga ikut terganggu, sehingga memunculkan keputihan.

Pemicu Keputihan pada Wanita Masa Subur yang Wajib Diketahui

Beberapa hal yang tampaknya aman bisa jadi justru memicu keputihan. Anda mungkin selama ini mengira bahwa menggunakan antiseptic adalah cara terbaik untuk menjaga kebersihan tubuh, tetapi jika anda juga mengaplikasikannya di area dalam vagina, ini yang berbahaya. Antiseptik ini akan mengganggu keseimbangan pH dari vagina wanita, sehingga memicu tumbuhnya kuman dan jamur. Floranormal pada vagina sesungguhnya memiliki peranan penting dalam menjaga supaya jangan ada tumbuhan lain yang berkembang subur di daerah kewanitaan anda. Kuman – kuman ini berhasil menyerang anda karena keasaman yang berubah, akhirnya muncul infeksi yang berujung pada keputihan. Ketika anda mulai berhubungan seks, saat itulah anda mulai rentan terhadap keputihan karena kuman dari luar mudah masuk melalui pasangan anda. Jadi waspadalah terhadap kemungkinan-kemungkinan munculnya Keputihan pada Wanita Masa Subur, ataupun pada situasi apapun di hidup anda.